oleh

Aliansi Voice For Just Climate Action (VCA) Gelar Pesta Raya Flobamoratas, Festival Budaya Lokal NTT Yang Mengkampanyekan Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim

#Peluncuran Dilakukan Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno Secara Virtual

#Ayo Nonton di Kupang Water Park

TEROPONGNTT, KUPANG — Festival Budaya Lokal NTT yang dikemas dengan nama Pesta Raya Flobamoratas, digelar selama tiga hari di Kupang. Peluncuran Pesta Raya Flobamoratas yang diselenggarakan Aliansi Voice For Just Climate Action (VCA) ini dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno secara virtual dari Jakarta, Kamis (17/11/2022),

FOTO : Acara Konferensi Pers dan Diskusi Peluncuran Festival Budaya Lokal NTT : Pesta Raya Flobamoratas

Pesta Raya Flobamoratas adalah Festival Budaya Lokal NTT yang dikemas untuk memberi edukasi dan kampanye solusi local lewat kolaborasi multi pihak, agar masyarakat NTT dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim. Pegelaran Pesta Raya Flobamoratas juga sebagai bukti bahwa upaya adaptasi manusia terhadap perubahan iklim juga tidak terlepas dari kehidupan budaya masyarakat setempat.

Hal ini terungkap dalam Acara Konferensi Pers dan Diskusi Peluncuran Festival Budaya Lokal NTT : Pesta Raya Flobamoratas yang digelar di Aula El Tari Kupang, Kamis (17/11/2022). Acara konferensi pers dan diskusi ini, dibuka Country Engagement Manager Yayasan Hivos Indonesia, Arti Indallah Tjakranegara.

Acara Konferensi Pers dan Diskusi Peluncuran Festival Budaya Lokal NTT : Pesta Raya Flobamoratas, juga menghadirkan empat pembicara atau pemateri yakni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Ondy C. Siagian, Aktivis Perempuan dan Lingkungan, Aleta Baun, serta Perwakilan Penyelelenggara Pesta Raya Flobamoratas, Yurgen Nubatonis, dan Simpasio Institute Larantuka, Magdalena Oa Eda Tukan. Acara ini dipandu Putri Pariwisata Indonesia 2016, Rivani Bistolen, sebagai moderator.

Country Engagement Manager Yayasan Hivos Indonesia, Arti Indallah Tjakranegara mengatakan Pesta Raya Flobamoratas merupakan kerja kolaborasi yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan pembelajaran bersama, edukasi dan kampanye untuk mendapat dukungan publik, serta pengembangan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra seperti pemerintah sebagai pembuat kebijakan, sektor swasta, lembaga riset/kampus dan akademisi, organisasi masyarakatsipil, komunitas dan penggerak muda.

“Pesta Raya Flobamoratas ini sebagai ruang kolaborasi dan aksi bersama mencapai tujuan menjangkau banyak orang  untuk beraksi iklim, memberi pengetahuan perubahan iklim, dampak dan solusi bersama masyarakat sipil,” kata Arti.

Sementara Perwakilan Pesta Raya Flobamoratas, Yurgen Niatonis mengatakan, Festival Budaya Lokal NTT : Pesta Raya Flobamoratas dipusatkan di Kupang Water Park selama tiga hari, hingga Sabtu (19/11/2022). Pesta Raya Flobamoratas juga diisi dengan berbagai acara seperti nonton bareng (nobar) Film dan Teater, Pameran Karya, Konser Musik, Pameran Kerajinan dan Wastra, serta Inovasi Kuliner NTT dan acara lainnya.

Masyarakat NTT, terutama masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya, kata Yurgen Niatonis, diundang dan dipersilahkan untuk hadir dan menyaksikan atau menikmati setiap pegelaran yang disajikan di Pesta Raya Flobamoratas. Karena pengunjung dapat masuk ke Kupang Water Park yang berlokasi di samping Flobamora Mall Kupang secara gratis selama pegelaran pesta raya tersebut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Menparekraf) RI, Sandiaga S. Uno mengharapkan pegelaran Festival Budaya Lokal NTT : Pesta Raya Flobamoratas dapat memberi pandangan dan persektif baru bagi masyarakat mengenai perubahan iklim dan bagaimana masyarakat dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim. Sehingga masyarakat bisa mampu bangkit dan menjadi lebih baik dalam hidupnya dengan usaha produktif yang tetap memperhatikan dampak lingkungan dan perubahan iklim.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Ondy C. Siagian, dan Aktivis Perempuan dan Lingkungan, Aleta Baun, lebih menyoroti tentang perlindungan dan pengelolaan hutan demi menjaga keseimbangan lingkungan dan pengaruhnya terhadap perubahan iklim yang berdampak pada kehidupan manusia. Sedangkan Magdalena Oa Eda Tukan dari Simpasio Institute Larantuka, menyoroti tentang pentingnya generasi muda terlibat dalam upaya menjaga lingkungan.

(max)

Komentar