oleh

Kinerja Perekonomian NTT Tumbuh Melambat Pada Triwulan I Tahun 2022

-Ekbis-66 views

TEROPONGNTT, KUPANG — Kinerja perekonomian NTT pada Tw. I-2022 tercatat tumbuh sebesar 1,62% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,10% (yoy). Pertumbuhan ekonomi NTT lebih rendah dibandingkan dengan Nasional yang tumbuh sebesar 5,01% (yoy).

Demikian dijelaskan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja, pada acara Media Briefing “Kondisi Perekonomian Provinsi NTT Periode Juni 2022” yang digelar di Popeye Steak and Chinese Food Kupang, Kamis (9/6/2022). Pada acara ini, I Nyoman Ariawan Atmaja didampingi Manajer Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI NTT, Aries Chandra Wijaya dan Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo.

“Perekonomian Provinsi NTT tahun 2021 tercatat tumbuh sebesar 2,51% (ctc), berada pada rentang proyeksi 2,42% – 3,22% (ctc). Pada Tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Prov. NTT diperkirakan terus berlanjut mencapai 3,55 – 4,35% (ctc),” jelas Nyoman,

Pada Mei 2022, kata Nyoman, Provinsi NTT mengalami inflasi sebesar 0,23% (mtm), melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi terutama didorong oleh beberapa komoditas makanan seperti daging ayam ras, ikan tongkol, ikan tembang, dan ikan kembung. Sementara itu, angkutan udara juga masih menjadi salah satu penyumbang inflasi di bulan Mei.

“Kemudian, pada bulan Juni Provinsi NTT diprakirakan mengalami deflasi. Prakiraan deflasi didorong oleh normalisasi harga komoditas pasca momen libur Idul Fitri di bulan Mei. Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama dengan TPID terus mengupayakan inflasi pada keseluruhan tahun 2022 tetap berada dalam kisaran target 3 ± 1 persen,” kata Nyoman.

 Untuk mendukung pemulihan ekonomi dan digitalisasi, jelas Nyoman, Bank Indonesia melakukan berbagai bauran kebijakan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi dan pengendalian inflasi, di antaranya penetapan suku bunga acuan (BI7DRR), kebijakan GWM, insentif penyaluran kredit, pengembangan UMKM melalui KKI, MDR QRIS, koordinasi moneter dan fiskal, serta dukungan Presidensi G20 2022.

“Saat ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT tengah membina 7 (tujuh) Klaster Ketahanan Pangan yang berlokasi di beberapa wilayah di NTT. Melalui pembinaan yang dilakukan, klaster tersebut telah berkontribusi terhadap pengendalian inflasi NTT dengan terus menjaga produksi. Lebih lanjut, Bank Indonesia Provinsi NTT juga melakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam rangka menjamin 4 K di Provinsi NTT,” jelas Nyoman.

Pada kesempatan ini,awak media menyampaikan banyak pertanyaan terkait kebijakan BI dalam upaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi di NTT selama dan setelah masa pandemic covid-19. Termasuk mengenai sikap Bank Indonesia menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai perkembangan ekonomi Indoenesia saat ini.

(max)

Komentar