Nasional

Kasus Casis; Saatnya Pendidikan NTT Berbenah

11
×

Kasus Casis; Saatnya Pendidikan NTT Berbenah

Sebarkan artikel ini
FOTO : FOTO : Robertus Take Lemaking SP.d., M.Pd

TEROPONGNTT, KUPANG — Robertus Take Lemaking SP.d., M.Pd, seorang praktisi Pendidikan NTT menyatakan pendapatnya yang berbeda terkait kisruh seleksi Casis di NTT.  Mantan kepala sekolah SMP-SMA Timpolmas ini menyatakan bahwa ini adalah ajang insan Pendidikan NTT untuk berbenah.

Ketika dikonfirmasi di kediamnya di bilangan Liliba Minggu (7/7/2024), Robertus mengatakan, “Banyak orang menuding ada orang dalam, ada calo dan nepotisme lainnya namun sebagai orang NTT dan khususnya pegiat Pendidikan kita harus berefleksi secara mendalam.

Coba kita lihat berbagai seleksi Tingkat nasional rata-rata orang NTT berada pada level mana. Beralih ke pekerja terapil orang NTT kalah jauh dibandingkan dengan pihak luar lainnya. Contoh sederhananya tukang kayu, sangat sulit menemukan orang NTT yang bergelut di bidang ini. Artinya secara kemampuan kognitif dan keterampilan harus diperbaiki secara menyeluruh.

Harus dilakukan Revolusi dibidang Pendidikan jika ingin lulusan NTT bersaing di kancah nasional dan Internasional. Sistem Pendidikan kita di NTT harus benar-benar fokus pada mutu. Jangan hanya asal memberikan nilai raport yang tinggi untuk mengangkat nama sekolah namun lebih pada kualitas individunya yang perlu diperhatikan.”. Jelas Dosen tidak tetap pada beberapa Institusi Pendidikan Tinggi di NTT ini.

“Selain itu, input awal masa ke emasan anak NTT kurang terlalu bagus yang ditandai dengan tingginya kasus stunting dan gizi buruk. Daya tahan anak-anak ini yang perlu diperhatikan. Anak-anak NTT banyak yang tidak tahan banting. Daya juang yang rendah akibat kurangnya motivasi dan berbagai hal lain yang melingkupinya mulai dari keluarga maupun lingkungan sekitar anak tersebut. Hal lainnya adalah Kesehatan fisik anak-anak kita yang kurang maksimal”. Jelas Bakal calon Wakil Bupati Lembata ini.

“Saya juga sepakat untuk diusut jalannya proses seleksi casis ini, namun kita juga perlu berefleksi untuk kebaikan bersama ke depan. Harapannya generasi NTT dapat bersaing secara sehat baik di Tingkat nasional maupun internasional”. Tutup Robert.

(VM)

 

Comment