Tips & Kesehatan

Ketika Suster Marisa Da Costa, CJD Mengelus Tubuh Anak Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Yang Sedang Sakit

167
×

Ketika Suster Marisa Da Costa, CJD Mengelus Tubuh Anak Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Yang Sedang Sakit

Sebarkan artikel ini
FOTO : Suster Marisa Da Costa, CJD bersama Direktur CV. Gasrem Surya Perdana, Robertus Take Lemaking, Dekan Fakultas Kesehatan UCB, Vinsen B Making dan seorang anak Panti Asuhan Guardian Holy Angel yang sedang dirawat di RSU Kupang.jpg

TEROPONGNTT, KUPANG — Hari siang terik, dan seperti biasa aktivitas di Rumah Sakit Umum (RSU) Prof Dr W.Z Johannes Kupang cukup padat. Pada salah satu ruang rawat inap, tanpak seorang suster duduk sambil mengelus tubuh seorang anak kecil usia kira-kira 7 tahunan.

Ia tampak tenang dan penuh kasih merawat anak yang sedang sakit ini. Ia adalah Suster Marisa Da Costa, CJD, dari sebuah ordo yang bernama Canonicae a Jesu Domino, atau disingkat CJD.

Yaitu, ordo Kanon Regular dari Yesus Tuhan, atau ada juga yang lebih akrab menyebutnya dengan nama Biara Agustinian.

Hari itu adalah hari Senin 19 Juni 2023. Ketika itu, kami sedang melangkah masuk ruangan tersebut dan coba mengobrol bersama Suster Marisa. Ternyata anak yang sakit ini adalah salah satu anak dari Panti Asuhan Guardian Holy Angel yang dikelola biara susteran Ordo CJD.

Benar sesuai namanya Malaikat Penjaga yang Kudus, mereka menjadi penjaga anak-anak yang terlantar.

“Kami punya satu misi kemanusiaan yaitu menghimpun anak-anak yang terlantar untuk dirawat dengan kasih sayang. Saat ini kami punya 21 anak yang ada di panti Asuhan yang beralamat di Naikolan. Kami masih urus pembangunan Gedung karena tanah kami baru dapat dari pemerintah,” ujar Sr. Marisa.

Saat ini, ia sendiri yang menghandel anak-anak Panti dan harus bolak balik menjaga salah satu anak yang sakit iitu.

“Suster yang lain sedang ikut kaul kekal dan saat ini saya sendiri di panti, jadi Saya harus bagi waktu karena ada satu anak di panti yang masih berusia 3 tahun,” kisah Suster asli Timor Leste ini.

Kongregasi mereka ini masih minim suster, tetapi semangat mereka sangat besar dalam karya kemanusiaan. “Kami masih terbatas tenaga dan lainnya tetapi Puji Tuhan kami telah memiliki Panti Asuhan satu di Jakarta dan satu lagi di NTT,” katanya.

“Kita buka di NTT karena di Jakarta sudah banyak anak yang ditampung, termasuk paling banyak dari NTT. Makanya kita fokus buka di sini,” lanjut Suster Marisa.

Salah satu hal yang menjadi masalah adalah semua anak-anak di panti tidak memiliki jaminan kesehatan termasuk anak yang sakit ini. Biaya rumah sakit selama beberapa hari ini harus ditanggung oleh pihak Panti Asuhan.

Direktur CV. Gasrem Surya Perdana, Robertus Take Lemaking yang juga hadir di ruangan itu menyatakan akan siap menghandel semua biaya perawatan anak tersebut. “Kami sangat terharu dengan perjuangan suster dan nasib anak-anak Panti Asuhan ini. Oleh sebab itu semua biaya akan kami tanggung dan secepatnya kami akan berkoordinasi dengan pihak kelurahaan dan BPJS untuk sesegara mungkin membuat kartu BPJS bagi semua anak Panti Asuhan,” kata Robert.

Bagi siapapun yang ingin memberikan donasi atau apapun dapat langsung menghubungi suster Marisa  di nomor; 082271499035

(vm)

 

Comment