Opini

Perlu Keseriusan Kepolisian Memberantas Pelaku Perjudian dan Narkoba

186
×

Perlu Keseriusan Kepolisian Memberantas Pelaku Perjudian dan Narkoba

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNTT, KUPANG –Beberapa pekan terakhir ramai diberitakan bahwa isu konsersium 303 adalah terkait kasus tindak pidana perjudian dan narkoba. Kapolri, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk segera memberantas segala kejahatan tanpa pandang bulu. Kepolisian RI dengan cepat merespon terkait adanya isu Konsorsium 303 yang dipimpin oleh Irjen Ferdy Sambo.

Bagaimana kondisi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)? Sejauh ini banyak kasus penangkapan tersangka perjudian yang dilakukan oleh pihak kepolisian di NTT? Bagaimana tanggapannya soal hal itu? Apakah efektif dalam memberantas kasus perjudian di NTT? Jika kurang efektif, apa saja sarannya sehingga pemberantasan judi ini tidak terkesan hanya sesaat saja?

Pakar Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana), DR.Karolus Kopong Medan,SH.,M.Hum, di ruang kerja lantai dua Pascasrajana Undana Penfui, Sabtu, (27/8/2022), saat dimintai tanggapannya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas kasus-kasus perjudian dan narkoba di negeri ini. Sekalipun konsorsium 303 menjadi salah satu pemicu pergerakan aparat kepolisian.

“Sekalipun demikian, kita sangat mengharapkan keseriusan kepolisian untuk memberantas kasus-kasus perjudian dan narkoba di tanah air tercinta ini. Kalau hanya sekedar untuk memperbaik citra buruk yang terlanjur mengemuka akibat konsorsium 303 yang menunjukkan ke publik bahwa ada sejumlah aparat kepolisian sebagai bagian dari tindak kriminal perjudian tersebut, yaah, sebaiknya tidak usah bergerak. Masyarakat saat ini sedang menunggu keseriusan kepolisian untuk memberantas berbagai kasus kriminal, termasuk masalah perjudian online dan narkoba yang belakangan ini marak terjadi dan meresahkan masyarakat,” ungkap dosen fakultas hukum Undana itu.

Soal bagaimana dengan penilaian masyarakat bahwa ada juga anggota polisi yang ikut menjadi pemain dalam kasus perjudian di NTT dibawah kepemimpinan Kapolda NTT, Irjen (Pol) Setyo Budiyanto untuk memberantasnya. Karolus Kopong Medan mengatakan, pihak kepolisian harus bisa merespon penilaian miring masyarakat terhadap keterlibatan apparat kepolisian dalam dunia perjudian dengan menunjukkan keseriusan untuk menindak tegas oknum-oknum kepolisian yang terlibat, baik sebagai pemain, maupun yang membeckingi bandar-bandar judi. Kalau langkah untuk membersihkan secara internal di tubuh kepolisian, maka sampai kapanpun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian akan terus merosot. Jika itu yang terjadi, maka sebaik apapun yang dilakukan oleh kepolisian tetap saja dinlai miring oleh masyarakat.

“Jadi keseriusan dan ketegasan pihak kepolisian itu juga harus ditunjukkan dengan membongkar sindikat perjuadian itu dimulai dari akarnya. Sasaran utama yang mesti dituju adalah bandar-bandar judinya, bukan pada pemain-pemain judi kecil-kecilan seperti ibu-ibu rumah tangga yang ditangkap beberapa waktu lalu di Kupang NTT. Jadi boleh-boleh saja mengungkap kasus perjudian itu dimulai dari ekornya, yang artinya melalui oknum-oknum pemain itu lalu ditelusuri bandar-bandar yang menjadi otak dari perjudian itu. Kalau kepolisiam hanya berhenti pada pemain-pemain kecil-kecilan seperti itu, maka saya kira tidak akan memberikan dampak yang berarti dalam upaya pemberantasan perjudian di negeri ini, terutama di NTT. Jangan ada kesan seolah-olah apparat kepolisian melindungi para bandar judi dan narkoba yang saat ini bertebaran dimana-mana,” kata Asdir I Program Pascasarjana Undana tersebut.

(ds/max)

 

 

 

Comment