oleh

Purnawirawan Benyamin Terharu Dapat Kaki Palsu dari Kepala Pusat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta

TEROPONGNTT, KUPANG — Kepala Rumah Sakit Pusad Angkatan Darat (RSPAD),melalui Denkesyah 09-01-04/Kupang,menyalurkan bantuan kaki palsu kepada Purnawirawan Benyamin Mite (68) thn berasal dari Desa Basae Kec.Aimere Kab.Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) JL. Dr Moh Hatta, No. 9-11, Oebobo, Fontein, Kec.Kota Raja,Kota Kupang,Nusa Tenggara Timur.Rabu (23/11/2022).

FOTO : Purnawirawan Benyamin Dapat Kaki Palsu dari Kepala Pusat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta

Dandenkesya 09-04-01/Kupang, Letkol Ckm dr. Boy Ramurthi, M.A.R.S.,memberikan keterangan pers ke penerangan Korem 161/Wira Sakt di ruang kerjanya.”Kami jajaran Dandekesya 09-04-01/Kupang yang berada di Wilayah Korem 161/Wira Sakti Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan kaki palsu dari Kepala Rumah Sakit Pusad Angkatan Darat (RSPAD) kepada Purnawirawan TNI AD yang berada di Wilayah Kodim 1625/Ngada,diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan penerima bantuan dalam hal melaksanakan aktifitas sehari-harinya”.Ungkap dr Boy.

“Ia menuturkan bahwa proses penerimaan bantuan kaki palsu ini berawal dari surat pengajuan Dandim 1625/Ngada kepada kepala RSPAD dan kemudian di delegasikan atau diperintahkan kepada kami untuk memfasilitasi karena Kodim Ngada berada di Wilayah Denkesyah 09-01-04/Kupang, proses yang kami lakukan adalah mulai dari penyiapan pasien itu sendiri untuk mendapatkan cetakan kaki palsu,setelah siap baru dilakukan pengepasan atau fitting dari pada kaki palsu tersebut dan pelatihan dalam penggunaan setalah itu baru digunakan secara aktif oleh penerima kaki palsu tersebut”.Kata dr Boy.

Ucapan trimakasih dari Bapak Benyamin Mite (68) thn saya merasa senang karena selama ini saya merasa beban sekali kaki ini,tapi dengan adanya kaki palsu ini saya sudah memakainya.Yang pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak RSPAD,Dandekesyah 09-01-04/Kupang dan jajarannya,pada saat ini saya menyampaikan terima kasih atas fasilitas bantuannya untuk saya.”Harapan saya mudah-mudahan aktifitas saya lebih terjangkau kaki palsu yang baru ini sangat ringgan di bandingkan yang lama,ini nyaman sekali saya pake”.Tuturnya.

Benyamin menceritakan awal kejadiannya adalah waktu itu tahun 1976 ia bertugas di Daerah Operasi Timur Leste tanggal 10 April 1978. Ia terkena ranjau pada saat sedang bertempur,malam itu dan mereka merebut paginya, “Kami bergerak lagi begitu kami bergerak itu ada tembakan dari musuh,saya maju sekitar 5 sampai 6 langkah saya kena ranjau,saya saat itu tidak tahu ada ranjau karena tertutup daun,kami saat itu ada satu regu tapi yang kena saya sendiri sekitar jam 6 pagi setelah kena ranjau tersebut saya di evakuasi jam 1siang itupun setengah mati,sampai-sampai saya rasanya sudah pasrah siap mati,setelah di evakuasi langsung ke RS Dili dan langsung di Operasi,” cerita Benyamin.

“Setelah itu dirujuk ke RS Gatot Subroto dan menjalani Operasi 5 kali dari tahun 1978 s/d 1979 baru saya latih coba kaki saya apa sudah bisa jalan trus di pindahkan ke Bintaro Jakarta selatan untuk kursus bagi yang cacat dan saya mengambil kursus Elektronik selama 1 tahun,setelah pendidikan kami dilantik akhirnya kami dipulangkan di masing-masing kesatuan dan saya kembali ke Kodam IX/Udayana di Bataliyon 742 di Mataram”.Ucap Benyamin.

(*/Penrem)

Komentar