Pendidikan

Mahasiswa UGM Bawa Sejuta Kenangan dari Kegiatan KKN di Kecamatan Kolbano-TTS

119
×

Mahasiswa UGM Bawa Sejuta Kenangan dari Kegiatan KKN di Kecamatan Kolbano-TTS

Sebarkan artikel ini

# Dijamu Makan Siang oleh Pengda Kagama NTT Sebelum Kembali ke Yogyakarta

TEROPONGNTT, KUPANG – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gajah Madah (UGM), berhasil menyelesaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyatah (KKN) di Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

FOTO : Di Desa Ofu

Sebelum kembali ke kampusnya di Yogyakarta untuk melanjutkan kegiatan perkuliahan, para mahasiswa UGM ini berkesempatan bertemu para seniornya yang tergabung dalam Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gajah Madah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pengda Kagama Provinsi NTT) di Kupang.

Para mahasiswa KKN UGM ini dijamu makan siang oleh Pengda Kagama Provinsi NTT melalui acara Ramah Tamah yang digelar di Rumah Makan (RM) Bundo Kanduang Lantai 2, Kota Kupang, pada Rabu 9 Agustus 2023.

Ketua Pengda Kagama Provinsi NTT, Robert P Fanggidae yang dikonfirmasi melalui pesan whatsapp (WA), membenarkan adanya acara ramah tamah yang digelar sebagai bentuk apresiasi dan membangun keakraban antara para alumni dengan mahasiswa UGM.

Bima Dwi Nur Aziz, dari Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik selaku Koordinator Mahasiswa KKN UGM Tingkat Unit, mengatakan, mereka mendapat banyak masukan, saran melalui sharing pengalaman dari para alumni UGM pada acara ramah tamah tersebut.

FOTO : Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis

Masukan dan saran, kata Bima, terutama terkait dengan pelaksanaan dan pembuatan laporan kegiatan KKN, penanganan masalah atau kendala pembangunan yang ditemui di lokasi KKN, serta usul saran bagi percepatan penanganan pembangunan masyakarat di lokasi KKN dan lainnya.

“Tema kegiatan kami Mahasiswa KKN UGM di Kecamatan Kolbano, Kabupaten TTS adalah Keroyok Stunting. Jadi kami fokus pada penanganan stunting dan faktor pendukung penurunan angka stunting di desa sa saran KKN,” jelas Bima saat dihubungi pertelepon, Rabu (9/8/2023) sore.

Kegiatan KKN mahasiswa UGM kali ini, kata Bima, mereka lakukan di dua desa sebagai lokasi sasaran, yakni Desa Ofu dan Desa Babuin. Masyarakat di kedua desa sangat welcome dam sangat antusias menerima kahadiran para mahasiswa KKN.

“Sesuai dengan tema KKN, maka kegiatan kami lebih fokus ke upaya mendukung penanganan stunting. Seperti masak-masakan, bagaimana membuat makanan bergisi dari potensi yang ada, pemeriksaan kesehatan gratis, membantu penyediaan sarana agar masyarakat mudah mendapatkan air bersih, menanam tanaman sebagai sumber bahan makanan bergisi, dan lainnya yang mendukung pemberian makanan bergisi bagi anak,” jelas Bima.

Meskipun, kata Bima, ada juga kegiatan lainnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan ekonomi keluarga, peningkatan SDM, promosi potenai pariwisata dan olahraga bersama untuk menjaga kebugaran tubuh.

“Yang pasti kami mendapatkan banyak kenangan bersama warga saat menjalankan kegiatan KKN di Kecamatan Kolbano-TTS. Apalagi masyarakatnya ramah-ramah,” kata Bima.

Hal ini juga dibenarkan Putri Meylia Permata Sari, mahasiswa KKN UGM dari Program Studi D3 Pengembangan Produk Agro Industri Sekolah Vokasi, selaku Koordinator Mahasiswa KKN Agro (Pertanian Peternakan).

Menurut Puteri Meylia, mereka para mahasiswa KKN UGM membawa pulang sejuta kenangan dari kegiatan KKN di Desa Ofu dan Desa Babuin – Kabupaten TTS. Mulai dari penyambutan, hingga kebersamaan selema kegiatan KKN berlangsung.

“Kenangan uniknya terutama ketika kami belajar menari tarian Bonet, menciptakan lagu bersama para pemuda, jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di wilayah desa, memasak bersama, bercerita dan lainnya,” kata Putri Meylia yang dihubungi pertelepon.

Tapi, apaksah mungkin ada pemuda atau gadis desa yang sampai terpincut dan jatuh cinta dengan mahasiswa KKN UGM, sambil sedikit tertawa, Putri Meylia mengatakan, hal itu mungkin saja terjadi. Tetapi mungkin saja dipendam dan tidak disampaikan.

Baik Bima maupun Putri Meylia, berharap ada yang mereka dapat selama kegiatan KKN dan yang mereka lakukan dalam kegiatan KKN tersebut, bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat dan bagi diri mereka sebagai mahasiswa yang masih belajar di bangku kuliah.

(max)

 

 

 

Comment